Konfrensi XVI PPGT Klasis Rantepao Bahas Penyakit Sosial, Budaya, dan Politik

0
384
Konfrensi XVI PPGT Klasis Rantepao di Gereja Toraja Jemaat Malango', Sabtu (29/2/2020), Foto (Gabriel).

kabarpemuda-id.com, RANTEPAO – PPGT Klasis Rantepao menggelar Konfrensi ke – XVI dengan tema “Berakar Dalam Kristus, Berbuah Banyak Dalam Dunia” yang berlangsung dari tanggal 27-29 Februari 2020 di Gereja Toraja Klasis Malango’.

Didalam Konfrensi ini, PPGT Klasis Rantepao membahas isu tentang penyakit sosial di kalangan remaja, budaya, serta peran aktif pemuda dalam menolak money lolitik pada Pilkada Toraja Utara tahun 2020.

“Salah satu yang urgent kami bahas terkait lersoalan-persoalan pemuda, saat ini kan kita mau menghadapi Pilkada 2020 kita resah dengan adanya politik uang yang dilakukan oleh oknum-oknum calon Bupati, ini menjadi keresahan pemuda khususnya PPGT, dimana bagaimana kita pelan-pelan akan meredam praktik politik uang yang ada di Toraja Utara,” Kata Bartho Tappangan Bato’, Ketua PPGT Klasis Rantepao kepada kabarpemuda-id.com, Sabtu (29/2/2020).

Bartho menambahkan untuk permasalahan Narkoba kita sangat prihatin dan berharap supaya semua organisasi-organisasi pemuda di Toraja Utara bergandeng tangan untuk turut serta dan aktif dalam mencegah peredaran Narkoba.

Konfrensi XVI PPGT Klasis Rantepao di Gereja Toraja Jemaat Malango’, Sabtu (29/2/2020), Foto (Gabriel).

“Artinya PPGT klasis Rantepao ingin bergandengan tangan dengan organisasi pemuda di Toraja Utara untuk mencegah peredaran Narkoba dan berharap adanya kantor khusus BNN untuk berkersama dengan pemuda mengatasi permasalahan Narkoba,” tambah Bartho.

Selain itu juga dalam Konfrensi XVI PPGT Klasis Rantepao membicarakan soal permasalahan penyakit sosial, seperti Seks Bebas, dan Penyakit HIV di Toraja Utara, dimana dari data yang diperoleh HIV sangat meningkat dan korban adalah anak-anak muda, apalagi ini juga perlu menjadi perhatian khusus kita bersama karena penyakit ini mematikan dan merusak generasi muda.

“kemarin juga kami bicarakan soal penyakit HIV, dimana korbannya anak muda, ini yang juga perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan ini sangat merusak generasi mudah selain Seks bebas,” Tutup Bartho yang juga adalah Wakil Sekertaris Bidang Keagamaan, Lingkungan Hidup, dan Kesehatan KNPI Toraja Utara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here