Sosok Ignatius Tallulembang, Pendidikan Menuju Pintu Kesuksesan

0
4685
Ignatius Tallulembang

IGNATIUS TALLULEMBANG

Ia Akrab dipanggil Lete, sejak kecil ia didik oleh ayah dan ibunya menjadi seorang pekerja keras dan tidak boleh malu melakukan pekerjaan sepanjang itu baik bagi diri sendiri maupun untuk orang lain. Sejak duduk di bangku SD, disaat kondisi ekonomi keluarga menghadapi masa-masa sulit, Lete belajar mandiri, ia pernah menjual es, roti kukus, bahkan menjadi kasteling meja bola di tahun 70-an di kota Rantepao.
*

Ignatius Tallulembang Lahir di Rantepao pada tanggal 21 Maret 1963, dari pasangan JP. Tallulembang dan AD. Sarungallo, Ayah dan Ibunya seorang guru, anak ke 3 dari 9 bersaudara.

Lete Tamat SD 3 Rantepao tahun 1975, SMP 1 Rantepao tahun 1978, SMA Katolik Makale tahun 1981 dan SI Teknik Kimia Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tahun 1988.

PENDIDIKAN PINTU MENUJU SUKSES

Beranjak dari keluarga guru, sejak kecil hingga dewasa, Lete beranggapan pendidikan adalah pintu utama menuju kesuksesan. Tuhan telah memberikan semuanya, tinggal bagaimana cara kita meraih dan mensyukuri apa yang Tuhan berikan.

Ignatius Tallulembang

Di saat Lete kecil, kondisi ekonomi bangsa Indonesia memasuki masa-masa sulit, bangsa Indonesia pada saat itu baru saja menghadapi pemberontakan hampir diseluruh daerah di Indonesia antara lain PERMESTA, RMS, DI/TII, APRA dan G30S/PKI. Kondisi inilah membuat bangsa Indonesi mengalami masa-masa sulit dan tengah membenah diri. Meskipun kedua orang tuanya adalah seorang guru bukan berarti aman dari sisi ekonomi. Masa-masa kecil lete lebih banyak membantu orang tua meringankan beban ekonomi. Saat duduk di bangku SMA, selama 3 tahun harus bolak balik Makale Rantepao dengan jarak tempuh 19 km menggunakan angkutan umum ataupun sepeda motor.

Selama 3 tahun Lete harus pintar membagi waktu, jarak tempuh sekolah yang cukup jauh membuat dirinya harus bangun pagi sebelum ayam berkokok, terkadang sebelum berangkat sekolah, ia menyempatkan diri belajar dan memastikan dirinya siap menghadapi mata pelajaran yang akan diajarkan oleh gurunya. Sepulang sekolah ia lebih banyak membantu orang tua selayaknya anak-anak Toraja pada umumnya. Selama 3 tahun Lete membentuk diri, mengatur waktu untuk belajar dan bergaul dengan banyak kalangan, pengalaman ini yang banyak menempah bagaimana mengatur waktu sekaligus belajar bagaimana menjaga hubungan (network) dalam pergaulan.

Ignatius Tallulembang telah berkarir di Pertamina lebih dari 30 tahun.

Berkat ketekunan dan selalu melibatkan campur tangan Tuhan dalam hidupnya, ia berhasil masuk Jurusan Teknik Kimia (1981) di Universitas Gajah Mada Yogyakarta sebuah Universitas terkemuka di Indonesia. Perjalanan dan pengalaman merantau dan menimba ilmu di negeri orang membuat dirinya menjadi sosok yang lebih tangguh lagi, berani mengambil resiko dan profesionalisma dalam melakukan sesuatu hingga memantapkan dirinya menjadi salah satu orang penting di BUMN PT Pertamina (Persero).

Menhub Budi Karya Sumadi, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati, dan Direktur MP2 Ignatius Tallulembang.

Dikalangan rekan-rekannya Lete adalah sosok pekerja keras, profesional, tangguh dan cerdas. Memiliki Visi menjadikan PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi terkemuka di dunia pada tahun 2025, sekaligus sebagai ujung tombak NKRI untuk menjaga kedaulatan energy serta berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal inilah yang membuat Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk beliau sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero) menggantikan Heru Setiawan. Ignatius Tallulembang menjabat sebagai direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero) berdasarkan surat keputusan no. 242/MBU/09/2018, tanggal 13 September 2018, tentang pemberhentian, pengalihan penugasan dan pengangkatan anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pertamina.

Sebelum dilantik sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, beliau menjabat sebagai Komisaris di PT. Pertamina Lubricant, Senior Vice President Project Execution Direktorat Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.

Selama 30 tahun berkarir ada delapan posisi penting di Pertamina.

BERKARIR DI PT PERTAMINA

Ignatius Tallulembang telah berkarir di Pertamina lebih dari 30 tahun dengan berbagai pekerjaan dan jabatan/posisi. Memulai karir sebagai Bimbingan Profesi Sarjana Teknik (BPST) angkatan XIII pada Direktorat Pengolahan, Process Engineer Kilang RU III Plaju, Ahli Utama RCC Kilang RU VI Balongan, Ka. Proses Pengembangan Kilang RU VI Balongan, Ka. Bag. Process Kilang RU VI Balongan, Ka.Bag. RCC Kilang RU VI Balongan, Man. Enjiniring & Pengembangan Kilang RU III Plaju, Senior Manager Kilang RU VI Balongan, Manager Business Development, GM Kilang RU III Plaju, VP Refining Project, VP Engineering & Service, SVP Project Engineering & Service, SVP Project Execution dan hingga saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (Dir. MP2) Pertamina.

Direktur megaproyek pengolahan dan petrokimia PT Pertamina (persero) Ignatius Tallulembang (kiri) saat mencicipi dan membeli produk UKM di Jambangan Surabaya.

Selama 30 tahun berkarir ada delapan posisi penting yang pernah dijabat antara lain:

1. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.
2. Senior Vice President Project Execution pada Direktorat Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.
3. Senior Vice President Project Engineering dan Service pada Direktorat Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.
4. Vice President Engineering dan Service pada Direktorat Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.
5. Vice President Refining Project pada Direktorat Pengolahan.
6. General Manager RU III Plaju pada Direktorat Pengolahan.
7. Manager Business Development pada Direktorat Pengolahan.
8. Senior Manager Operation dan Manufacturing , RU VI Balongan pada Direktorat Pengolahan.

MENJADI INSPIRASI

Sebagai putra Toraja patutlah kita berbangga memiliki sosok seperti Ignatius Tallulembang. Ia salah satu putra Toraja yang layak dijadikan inspirasi bagi generasi muda Toraja khususnya orang tua dan anak-anak yang baru mulai duduk di bangku SD. Peranan orang tua memberikan gambaran dan motifasi betapa pentingnya pendidikan bagi anak, mengajarkan kedisiplinan, memperkenalkan Tuhannya sedini mungkin, melibatkan anak dalam melakukan pekerjaan yang nantinya dapat membentuk mental dan karakter anak. Menjadi orang sukses terlebih dahulu harus taat terhadap orang tua, mengandalkan Tuhan dalam segala perkara, tekun dan profesionalisme.

Sumber KNPI Toraja Utara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here