Sosok Orang Toraja dari Mamasa Menemukan Alat Praktikum Fisika yang Belum Ada di Dunia

2
11292
Arizenjaya saat menjelaskan hasil temuannya ke Presiden Jokowi pada 7 Februari 2018.

ARIZENJAYA

Konsep hidupnya tidak berpikir menjadi terbaik melainkan berpikir untuk berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi semua masyarakat dalam sepanjang hidupnya. Ia adalah sosok yang sederhana penemu alat praktikum Fisika yang belum ada di seluruh dunia yang diberi nama ‘Instrument of Energy Termodinamika Arizenjaya’, dengan rumus E=az2 (Z kuadrat) yang dapat disetarakan dengan sosok orang jenius Albert Enstein yang telah menemukan rumus relativitas E=mc2
***

Drs. Arizenjaya, M. Eng. akrap disapa Ariz lahir di Polewali, 07 September 1965, ayahnya bernama Jacobus seorang pensiunan guru dan ibunya bernama Netty Montonglayuk seorang ibu rumah tangga. Ariz adalah anak pertama dari tujuh bersaudara suami dari Trice Madika.

Ariz tamat di SD Negeri 1 Mamasa tahun 1979, SMP Negeri 1 Mamasa tahun 1982, SMA Negeri 2 Makassar tahun 1985, kemudian melanjutkkan pendidikan di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang, yang sekarang adalah Universitas Negeri Makassar dan lulus tahun 1992, kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Gajah Mada dan mendapat gelar Master of Engineering tahun 2012 dan mendapat prestasi menemukan turbin ulir terbaik sesuai sudut belitan.

Drs. Ariezenjaya, M.Eng

LAHIR DARI KELUARGA GURU

Ariz lahir dari keluarga guru yang sederhana, sejak kecil ayahnya sudah mendidiknya menjadi anak yang disiplin, mandiri dan harus mampu menjadi teladan bagi adik-adiknya. Masa-masa kecil aris dihabiskan disebuah kampung di Mamasa. Setiap harinya harus menempuh perjalanan sekitar 3,5 km untuk sampai di sekolahnya baik itu di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat sekolah di SMA di Makassar setiap harinya ia berjalan kaki sejauh 2 kilometer. Sebagai anak pertama, Aris membantu kedua orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Meskipun Ayahnya adalah seorang guru bukan berarti aman dari segi ekonomi. Pada zaman itu kesejahteraan guru masih jauh dari harapan. Guru pada zaman itu dikenal dengan istilah Pahlawan tanpa tanda jasa, beda dengan sekarang, kesejahteraan guru boleh dikatakan jauh lebih baik.

Sehabis pulang sekolah Ariz memiliki tanggung jawab menjaga sawah. Kebiasaan orang-orang di kampung, jika padi sudah mulai berbuah, hama seperti burung pipit bertebaran dimana-mana, Ariz berpikir bagaimana caranya supaya burung-burung itu mudah ditangkap. Ariz memutar otak, akhirnya ia menemukan cara bagaimana menangkap burung pipit dengan mudah. Dibuatkanlah sangkar-sangkar dengan membuat 4 pintu dan hasilnya sangat efektif.

Drs. Ariezenjaya, M.Eng

Berkat didikan orang tua kecerdasan Ariz sudah nampak sejak dari kecil, ia sering mendapat juara kelas, selalu masuk tiga besar dan lebih menonjol dari pada anak-anak lainya. Jika Ariz mendapat juara, ayahnya selalu memberikan hadiah. Kedisiplinan belajar dan berekspresi sudah ditanamkan sejak dari kecil. Di saat menjaga sawah dari hama burung pipit, Ariz selalu memanfaatkan untuk belajar secara autodidak. Kecintaan terharap ilmu Fisika, Kimia dan Biologi sudah nampak sejak ia duduk di bangku SMP dan selalu melakukan ekperimen-eksperiman.

Saat menempuh pendidikan di IKIP Ujung Pandang sekarang Universitas Negeri Makassar prestasi akademinya semakin cemerlang dan dipercaya menjadi salah satu Asisten Laboratorium pada Jurusan Pendidikan Fisika (FPMIPA), selain itu juga ia sudah mulai menjadi guru honor di beberapa SMP/SMA yang ada di kota Makassar. Saat kuliah sudah hidup mandiri dan sudah membiayai kuliahnya.

Drs. Ariezenjaya, M.Eng

MENJADI GURU

Pepatah bijak mengatakan ‘buah tidak akan jatuh jauh dari pohonya’. Ariz lebih tertarik menjadi seorang guru mengikuti jejak sang ayah. Bagi Ariz, menjadi seorang guru adalah profesi yang sangat mulia. Setelah wisuda di IKIP Ujung Pandang pada tahun 1992, ia langsung menjadi guru honor di beberapa SMA Swasta di Kota Makassar, seperti SMA Katolik Cendrawasih, SMA Katolik Rajawali, SMA Kristen Batu Putih, SMA Kondosapata, SMA dan SMP Gamaliel. Sembari menjadi guru honorer di Kota Makassar, ia selalu mengikuti test penerimaan guru PNS yang setiap tahun diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Sulawesi Selatan. 1 Februari 1996 Ariz terangkat menjadi guru PNS dan ditempatkan di SMA Negeri 3 Sengkang Kabupaten Wajo, kemudian tahun 2008 Ariz pulang kampung dan pindah ke SMA Negeri 1 Sumarorrong, Kabupaten Mamasa, Propinsi Sulawesi Barat. Kemudian pada bulan November 2012 di pindahkan ke SMA Negeri 1 Mamasa, dan tahun 2014 oleh Pemerintah Kabupaten Mamasa di pindahkan kembali ke SMA Negeri 1 Sumarorrong menjadi kepala sekolah di sana.

Ada yang berbeda dengan Ariz ketika ia mengajar, terkadang menggunakan metode lain sehingga murid-muridnya dapat menerima pengajaran darinya. Dalam metode pengajarannya, Ariz meminta laporan hasil praktikum setiap siswa yang dituangkan dalam sebuah novel berbentuk cerita meski kenyataannya novel tersebut berisi rumus symbol dalam rumus fisika. Sebagai salah satu conton ketika ingin membuat sebuah laporan terkaid alat dan bahan sebut saja Stopwach maka ketika diubah menjadi novel bukan lagi judulnya alat dan bahan melainkan terima kasihku padamu. Kemudian isinya bercerita “oh stopwatch sekalipun kamu hanya terdiri dari sebuah lingkaran yang dihiasi garis-garis tetapi engkau mempunyai peran yang penting dalam hidupku, karena saya tidak bisa mengukur berapa waktu yang digunakan mobil aku berjalan dari satu titik ke titik yang lain tanpa kehadiranmu”.

Arizenjaya saat menjelaskan hasil temuannya ke Wapres Jusuf Kalla pada 7 Februari 2018.

Jadi laporan tidak terlalu serius, tetapi tetap mengandung konsep-konsep fisika.
Awal mulanya metode yang diajarkan Ariz ini dianggap sesuatu yang berlebih oleh pihak sekolah, tetapi karena peserta didik sendiri itu menganggap sesuatu yang baik, enak dan mengasikkan serta mengumpulkan data dengan benar dan tidak dispekulasi. Maka pihak sekolah dan guru-guru lainya menerimanya.

Salah satu pemerhati pendidikan Arif Rahman saat itu yang mengikuti dimintai pendapat oleh Andi Noya dalam progam khusus Kick Andy Metro TV pada tanggal 06 Juni 2011, saat mengatakan sangat kamum terhadap sosok Arizenjaya, beliau dari Fisika dimetaformosakan menjadi karya sastra dan ini yang harus bisa menjadi lompatan-lompatan sehingga kita bisa mengubah sesuatu yang luar biasa.

MENEMUKAN RUMUS FISIKA

Jika Albert Enstein pernah menggemparkan dunia dengan teori relativitas dengan rumus E=mc2 maka sosok guru yang mengabdi di daerah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan tak kalah hebohnya dengan Albert Enstein, ia adalah Arizanjaya sosok guru yang sederhana yang telah berhasil menemukan teori dengan rumus E=az2 (z kuadrat). Penemuan berupa alat praktikum fisika (alat Laboratorium Fisika) yang original dan belum ada diseluruh dunia. Alat itu mendapat sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang diberi nama “Instrument of Energi Termodinamika Arizenjaya” yang memiliki manfaat luas:

– Dapat digunakan dalam menyelidiki energy reaksi kimia.

– Dapat digunakan dalam menyelidiki energy respirasi hewan dan respirasi tumbuhan.

– Dapat dijadikan sensor dalam merancang alat pemadam kebakaran hutan otomatis.

– Dapat dijadikan sensor dalam merancang alat jemuran otomatis dan dapat membantu petani dalam pengeringan gaba, kopi serta KKO yang berukuran besar dan sedikit.

– Dapat dijadikan sensor dalam merancang air mancur di taman-taman agar terkendali otomatis dengan penghematan energy yang besar (baca tulisan tentang Arizenjaya di google).

Drs. Ariezenjaya, M.Eng

Selain penemuan teori “Instrument of Energi Termodinamika Arizenjaya”, Ariz juga menemukan dan membuat Turbin Ulir yang memiliki sudut-sudut terbaik di dunia dan telah diuji oleh Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Atas penemunnya ini, Ariz selalu diundang dalam acara seminar baik berskala lokal maupun skala nasional, ia juga sering mendapat penghargaan dari berbagai kalangan.

LAYAK MENJADI INSPIRASI

Arizenjaya sangat layak dijadikan inspirasi, dalam kisah perjalanan hidupnya telah mengajarkan nilai-nilai dalam berjuang. Sosok guru yang lebih mengedepannya nilai-nilai sosial tanpa pamrih dalam membantu siswa, guru dan masyarakat. Sebagai guru tidak memanfaatkan ilmu dan penemuannya dalam mementingkan kepentingan pribadinya.
Secara sosial tanpa dibayar membantu anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA serta Perguruan Tinggi yang ingin belajar tentang fisika dan praktikum fisika.
Secara sosial tanpa dibayar membantu teman-teman guru untuk menyusun peneliti ilmiah termasuk mendesain alat praktikum fisika di laboratorium fisika.
Secara sosial tanpa dibayar membantu teman-teman guru dalam menyusun DUPAK (daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) untuk kenaikan pangkat.

KNPI Toraja Utara 2020 (Riset langsung)

2 KOMENTAR

  1. ….perkenankan kiranya saya menyatakan rasa terimakasih kepada Kabar Pemuda Toraja Utara yang mengapresiasi saya dengan menyusun berita tentang saya serta mempublikasikannya. Semoga hal ini bermanfaat bagi banyak orang, termasuk menginspirasi Generasi Muda Indonesia (GMI) untuk berkarya yang bermanfaat pada setiap ruang dan waktu bagi kemajuan negara dan bangsanya. Semoga KABARPEMUDA semakin sukses dalam menyumbangkan berita yang mendidik/menginspirasi, amin….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here