Bahas Sengketa Tanah Lapangan Gembira, Mahasiswa Toraya Indonesia  Hadirkan Bupati dan Mantan Kapolda Sulselbar.

0
573

KABAR PEMUDA-ID.COM, RANTEPAO – Solidaritas Mahasiswa Toraya Indonesia (SMTI) kembali menggelar diskusi secara online dalam rangka mempertahankan tanah eks. lapangan gembira (pacuan kuda) dengan menggunakan aplikasi zoom yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 27/06/2020.

Sebelumnya SMTI telah menggelar diskusi yang sama  pada Sabtu, 20/6/2020, kini kembali menggelar diskusi dengan menghadirkan Pemda Toraja Utara dan Praktisi Hukum.

“Ini adalah diskusi yang kedua yang dilaksanakan oleh Solidaritas Mahasiswa Toraya Indonesia. Tujuan utama dalam diskusi ini adalah untuk mempertahankan tanah eks. Lapangan Gembira atau dikenal juga tanah Lapangan Pacuan Kuda. Kami mendukung sepenuhnya Pemerintah sebagai pihak tergugat, Mahasiswa Toraya Indonesia hadir.” Ucap  Ketua SC Mahasiswa Toraya Indonesia  Ignas Tandi Rano melalui via telepon Jumat, 26/06/2020.

Lanjut kata dia, untuk mempertahankan tanah eks. Lapangan Gembira tidak cukup dilakukan Pemerintah saja, semua komponen harus terlibat tidak terkecuali mahasiswa Toraja dimanapun berada.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat Toraja untuk mendukung Pemerintah karena ini adalah upaya langkah yang terakhir, Pemda Toraja Utara telah melakukan Peninjauan Kembali (PK) pada Kamis, 04/06/2020. Semua kekuatan harus kita gerakkan.” kata Ignas pada Kabar Pemuda.

Diskusi Online ini akan menghadirkan narasumber Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, Ketua DPRD Toraja Utara  Nober Rante Siama’, Mantan Kapolda Sulselbar Irjen Pol. (Purn.) Drs. Matius Salempang, Kuasa Hukum Pemda Toraja Utara Samuel Paembonan dan yang bertindak sebagai moderator adalah Tino Heidal Ampulembang yang juga merupakan seorang Advokat.

Tanah eks. Lapangan Gembira merupakan tanah adat dari Ba’lele  yang telah diserahkan kepada Pemerintah demi kepentingan umum, Masyarakat Adat Ba’lele sebelumnya memberi nama  To’padang, setelah Belanda mengambil alih tanah tersebut secara berturut-turut lebih dikenal dengan nama  Rante Menduruk, Lapangan Pacuan Kuda dan terakhir dikenal dengan nama Lapangan Gembira. Diatasnya sekarang telah berdiri fasilitas umum antara lain: SMA Neg. 2 Toraja Utara, GOR, Samsat, Kantor Kehutanan, Telkom, Puskesmas, Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kantor Kelurahan Pasele.

Tanah ini digugat dan dimenangkan oleh ahli waris Hj. Ali  mulai dari Pengadilan Negeri Makale, Pengadilan Tinggi Makassar hingga Mahkamah Agung. Kasasi  yang diajukan oleh Pemda pun ditolak  dan diharuskan membayar ganti rugi kepada ahli waris sebesar Rp 150 miliar. Langkah terakhir Pemda Toraja Utara adalah Upaya Peninjauan Kembali. (*)

Penulis: Efraim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here