Tingginya Kasus Bunuh Diri, KNPI Toraja Utara Ajak Seluruh Stakeholder Berperan

0
342
Foto Ilustrasi

KABARPEMUDA.ID, RANTEPAO – Kasus bunuh diri di Toraja boleh dikatakan tertinggi di Sulawesi Selatan. Tahun 2020 terdapat 30 kasus dan awal tahun 2021 sudah ada 3 kasus dan lebih memprihatinkan lagi sebagian besar dilakukan oleh anak-anak muda.

Tingginya kasus bunuh diri ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. KNPI Toraja Utara mengajak seluruh Stakeholder berperan. KNPI Toraja Utara berpendapat ini adalah tanggung jawab bersama, dan harus mencari solusinya.

Wakil Ketua DPD KNPI Toraja Utara Bidang Pendidikan dan Sosial, Ardi Lulun berpendapat, persoalan bunuh diri bukan perkara main-main. Selain melawan kehendak Tuhan juga menyangkut masa depan generasi muda.

“Perkara ini bukan main-main, ini harus kita carikan solusi bersama, tanggung jawab ini tidak hanya ada pada orang tua dan keluarga melainkan semua harus berperan”, ungkapnya.

Ardi Lulun berharap, Pemerintah, Lembaga Adat, Lembaga Keagamaan, Lembaga Pendidikan dan Organisasi Kepemudaan harus duduk bersama mencari solusi.

Senada dengan itu Ketua KNPI Toraja Utara, Belo Tarran mengatakan sudah saatnya Lembaga Konseling Keluarga Kreatif (LK3) ada di Toraja. Hadirnya LK3 akan sangat membantu orang tua dan anak-anak muda

“Berharap ada LK3 di Toraja karena  akan sangat membantu psikologi orang tua dan anak-anak. Lembaga ini fokus terhadap masalah perceraian, depresi dan masalah-masalah mental, homoseksual, kekerasan dalam rumah tanggal dan anak-anak yang berkebutuhan khusus”, ungkapnya.

Selama ini KNPI Toraja Utara telah bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dalam melakukan sosialisasi generasi muda berencana. Belo berpendapat program ini belum cukup menyelesaikan kasus bunuh diri di Toraja Utara. (*)

Redaksi Kabarpemuda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here