Part 2. Rangkuman Kombongan Kalua’ Umpulung Rara Buku – Suku Toraja Hadir Terlebih Dahulu

0
732

SUKU TORAJA HADIR TERLEBIH DAHULU

Oleh: Drs. Iwan Sumantri, M.A, M.Si (arkeolog)

Sulawesi Selatan termasuk salah satu daerah di Nusantara ini yang telah dihuni manusia sejak raturan ribu tahun silam. Temuan-temuan arkeologi yang tersebar di beberapa kabupaten menunjukkan hal itu, di Soppeng, khususnya di tepi aliran sungai Walanae (Cabbenge dan sekitarnya) tersebar hasil kebudayaan tertua di jaman batu (paleolitik). Di Maros dan Pangkep dari masa Mesolitik dan sisa-sisa kebudayaan dari masa megalitik tidak saja diperoleh dari beberapa daerah tetapi di Toraja, tradisi megalitik masih dipertahankan dan dapat disaksikan sampai saat ini.

Arus migrasi dari daratan Asia yang datang ke Sulawesi Selatan mestinya sampai tiga kali, bukan dua kali. Pertama, migrasi tertua seperti yang meninggalkan artefak di Walanae. Kedua, migrasi yang kemudian menempati Toraja. Ini berarti orang-orang yang kemudian dikenal dengan suku Toraja, merupakan komunitas yang datang ke Sulawesi Selatan terlebih dahulu. Ketiga, migrasi yang menjadi etnis Bugis-Makassar dan Mandar.

Meskipun suku Toraja datang terlebih dahulu, tetapi asal-muasal para imigran adalah sama. Dari temuan-temuan artefak pra sejarah yang ada, migrasi yang datang ke Sulawesi Selatan sangat mungkin berasal dari Asia Selatan.

Migrasi tertua atau yang terdahulu, (lebih dahulu dari suku Toraja) sejauh ini belum dikenal identitasnya, asalnya dan sebagainya. Tetapi gelombang migrasi yang datang kemudian bukan hanya membawa identitas budaya asalnya tetapi meraka melakukan adaptasi dan asimilasi dengan kebudayaan setempat yang terlebih dahulu berkembang. Akibatnya komunitas setempat terdesak dan bahkan berkurang. Hanya saja tidak berarti komunitas-komunitas terdahulu musnah, melainkan melebur melalui proses kawin mawin dengan para pendatang. Dari perkawinan mereka terbentuklah etnis yang kini dikenal dengan sebagai empat etnis besar di Sulawesi Selatan saat ini. Jadi sangatlah tidak mungkin, terbentuknya etnis-etnis di daerah ini sebagai akibat perang etnis. Sebab meskipun, dalam kacamata modern etnis-etnis itu berbeda, tetapi dari runutan sejarahnya, budayanya, Toraja, Bugis, Mandar, Makassar berasal dari satu sumber yang sama.

Teori kawin-mawin yang membantah asumsi perang etnis, dapat dibuktikan dengan tidak terdapatnya perbedaan dan bahkan menonjolnya kesamaan antara etnis di Sulawesi Selatan. Karena itu sangat sulit kita mencari siapa dan seperti apa orang Toraja asli, orang Mandar asli, orang Makassar asli dan orang Bugis asli. Ciri-ciri fisik, mental diantara etnis-etnis ini tidak memiliki perbedaan.

Makale, 26 Agustus 1999

Ditulis kembali Redaksi Kabarpemuda.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here