Rayakan Internasional Women Day, GMKI Cabang Toraja Laksanakan Diskusi Tematik

0
280

KABARPEMUDA.ID, RANTEPAO –  Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Toraja merayakan International Womens Day (Hari perempuan Internasional) dengan cara menggelar diskusi tematik di Art Center, Rantepao, Senin (08/03/2021).

Diskusi Tematik ini menghadirkan 4(empat) Pembicara yakni: Pdt. Dr. Johana R. Tangirerung membahas bunuh diri dari sudut pandang kaum feminis, Pdt.  Marga Sisong S.Th., M. Fil. membahas  dari sudut pandang social, Pdt. Dr. Kristian Tanduk Langi, M. Th. membahas dari sudut  pandang gereja, Dr. Dina Gasong M. Pd.  membahas dari sudut pandang Pendidikan.

Diskusi Tematik ini dihadiri organisasi-organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja.

Ketua Cabang GMKI Toraja, Wilson Paembonan,  menyampaikan peringatan International Womens Day mengangkat  tema Choose To Challenge atau Memilih Untuk Menantang Keluar dari Masalah, dimana tema tersebut diangkat sesuai dengan persoalan yang ada di Indonesia.

“Tema ini sangat sesuai dengan keadaan yang terjadi di Indonesia pada saat ini terkhusus di Toraja . Masalah yang di hadapi oleh  Pemuda Pemudi dan Masyarakat  Toraja saat ini adalah maraknya kasus Bunuh Diri”, ucap Ketua Cabang GMKI Toraja pada Kabar Pemuda, Selasa (09/03/2021).

Sambung Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan (Kabid PP) Ningsi berharap diskusi ini Kader GMKI Toraja tetap peka terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat Toraja.

“GMKI Cabang Toraja  hadir sebagai organisasi kemahasiswaan yang berada pada tiga medan layan yaitu Gereja,  Perguruan Tinggi dan Masyarakat, untuk melihat masalah-masalah  yang ada pada ketiga medan layan tersebut”, tutur Ningsih.

Soal tingginya angka bunuh diri di Toraja, Ningsih mengatakan Bunuh Diri adalah tindakan yang tidak baik dan benar baik dari segi hukum maupun agama.

“Bunuh diri merupakan perbuatan yang buruk, baik menurut hukum maupun agama, sehingga Gerakan Mahasiswa Kristen  Indonesia Cabang Toraja  Bidang Pemberdayaan Perempuan  menganggap perlu untuk kemudian mendiskusikan tentang bagaimana kaum Feminis melihat permasalahan  bunuh diri , Apakah bunuh diri menyelesaikan masalah, dan bagaimana pandangan-pandangan  bunuh diri dari sudut pandang Gereja, Pendidikan maupun sosial”, tutupnya. (*)

Penulis: Efraim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here