GAMKI Tana Toraja Ajak Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Tetap Menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI

0
104
GAMKI Tana Toraja bersama DPD GAMKI Sulawesi Selatan

KABARPEMUDA.ID, MAKALE – Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar yang terjadi pada Minggu (28/03/2021) pukul 10.28 Wita menarik perhatian publik baik secara Nasional hingga Internasional.

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Tana Toraja turut berkomentar  dan bertanya tentang kejadian tersebut.

Ketua GAMKI Cabang Tana Toraja Natalianus Paembe Saru Lallo menyayangkan tragedi tersebut.

“Mengapa di masa umat Kristen yang mempersiapkan diri secara spritualitas memasuki perayaan gerejawi ( Jumat Agung dan Paskah) bahkan tepatnya pada saat umat Kristen melaksanakan ibadah hari Minggu harus mengalami guncangan yang begitu heboh”. Ucap Pattal sapaan akrabnya kepada Kabar Pemuda, Senin (30/03/2021).

Pattal menilai apa yang dilakukan oleh pelaku tidak memiliki jiwa kemanusiaan dan nilai Spiritualitas dalam hidupnya serta merusak keharmonisan umat beragama yang berada di Indonesia

“GAMKI Tana Toraja sangat merasakan situasi yang dialami keluarga korban pengeboman yang tidak bersalah dan tidak terkait dengan kepentingan, mereka hanya melaksanakan ibadah pada hari Minggu. Semoga korban segera cepat pulih dan dapat terbebas dari trauma secara psikis dari kejadian yang telah dialami. Kami dari Tana Toraja selalu mendoakan agar dapat melalui semua kejadian ini dalam lindungan dan penyertaan Yesus Kristus”. Ucapnya.

GAMKI Cabang Tana Toraja mengajak kepada Tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Masyarakat di seluruh Indonesia bersama-sama berkomitmen untuk menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari berbagai ancaman yang dapat merugikan Bangsa Indoenesia itu sendiri.

“Kehidupan antar pemeluk agama harus tetap berkomitmen untuk tetap menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI dari berbagai ancaman dan gangguan seperti radikalisme yang telah mewujud pada aksi pengemboman bunuh diri yang terjadi di Makassaraksi.” Tuturnya.

GAMKI Tana Toraja pun mengingatkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja bersama perangkat Forkompida agar secepatnya melakukan pencegehan melalui deteksi dini sosial masyatakat dengan menggerakkan perangkat Lembang/Kelurahan/Kecamatan dengan koordinasi bersama BABINKAMTIBMAS dan BABINSA.

Terkait hal itu, Pattal mengatakan GAMKI Tana Toraja mendukung TNI dan POLRI dalam upaya pencegahan terjadinya Terorsime, serta meminta kepada TNI dan Polri memastikan identitas pelaku pengeboman kepada publik agar masyarakat tidak resah sehingga tidak tercipta sentimen negatif yang mengarah pada SARA serta POLRI segera melakukan tindakan-tindakan pencegahan dan evaluasi pada perangkat Intelijen dan penyamaan koordinasi informasi deteksi dini dengan stake holder lainnya.

Ia oun berharap masyarakat Tana Toraja tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan local yang telah mengakar dan bertumbuh di setiap jiwa orang Toraja dan yang tinggal di Toraja agar tetap bersama-sama menjaga bumi Lakipadada agar tetap aman dan kondusif dan menjadi masyarakat yang menghargai kemanusiaan dan memiliki perilaku kehidupan spiritualitas yang bermartabat dan berkarakter.

“Semoga Sulawesi Selatan dengan pondasi kekayaan sejarah yang melandaasi kekeluargaan bersama di Sulawesi Selatan tetap terjaga pasca peristiwa ini dan kita tidak terprovokasi karena kita hidup dalam satu jiwa kearifan lokal yg telah mengakar dan tumbuh di Sul-sel.” Kunci Ketua GAMKI Tana Toraja.

Penulis: Efraim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here